Posted in: Uncategorized

Penny Williams – Dubes Wanita Pertama Australia

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne telah mengumumkan penunjukan Penny Williams sebagai duta besar baru negara untuk Indonesia, menjadikannya wanita pertama yang mengambil posisi tersebut.

Penny Williams

Penny Williams adalah pejabat karier senior di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan baru-baru ini naik pangkat menjadi wakil sekretaris departemen.

Williams fasih berbahasa Indonesia dan pernah menghabiskan waktu di Indonesia sebagai siswa pertukaran sekolah menengah pada tahun 1981-1982.

“Dia sebelumnya pernah bertugas di luar negeri sebagai komisaris tinggi untuk Malaysia dan merupakan duta besar pertama Australia untuk wanita dan anak perempuan. Ms Williams adalah duta besar wanita pertama Australia untuk Indonesia, “kata Payne dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Rabu.

Payne, yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Wanita Australia, telah bekerja dengan mitranya dari Indonesia Retno Marsudi dalam berbagai masalah wanita, termasuk memberdayakan partisipasi wanita dalam perdamaian dan keamanan.

Australia – Indonesia

Williams akan menggantikan Gary Quinlan, yang mengakhiri masa jabatan tiga tahun sebagai kepala misi Australia di Jakarta pada Rabu. Dalam setahun terakhir, ia harus menghadapi situasi menantang akibat pandemi COVID-19, yang menjadi tantangan signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara.

“Saya berterima kasih kepada Duta Besar Gary Quinlan atas kontribusinya dalam memajukan kepentingan Australia di Indonesia sejak 2018,” kata Payne.

Dalam opini yang diterbitkan di The Jakarta Post pada hari Kamis, Quinlan mengatakan COVID-19 telah menjadi “gangguan yang mengerikan” tetapi kedua negara bekerja sama untuk mengatasinya, termasuk melalui bantuan alat pelindung diri, ventilator, dan peralatan medis terkait.

Australia juga memberikan pinjaman sebesar AU $ 1,5 miliar (US $ 1 miliar) untuk dukungan fiskal.

Pemulihan ekonomi, termasuk membangun momentum untuk bisnis kami melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) baru yang mulai berlaku selama pandemi, merupakan prioritas utama,” katanya.