submarine
Posted in: Uncategorized

AS Turun Membantu Pencarian Nanggala

AS mengirimkan bantuan udara untuk pencarian Nanggala, kapal selam Indonesia yang hilang. Pihak berwenang Indonesia menyebutkan kapal selam itu cuma miliki beberapa jam oksigen yang tersisa dan mesti diselamatkan sebelum itu. Nyawa sekurang-kurangnya 53 awak dipertaruhkan.

KRI Nanggala

Kapal selam kehilangan kontak sesudah menghendaki izin untuk menyelam selama latihan torpedo segera di lepas pantai Bali terhadap hari Rabu.

Petugas menyebutkan kapal selam KRI Nanggala 402 menghilang sebab tangki bahan bakarnya rusak.

John Kirby, juru berkata Pentagon, menyebutkan kepada media bahwa AS terlalu sedih dengan pergantian momen tersebut.

“Pikiran kami dengan para pelaut Indonesia dan keluarganya. Atas undangan pemerintah Indonesia, kami mengirimkan aset airborne untuk menopang pencarian kapal selam yang hilang, ”katanya.

Jerman, Prancis, dan Australia juga tawarkan bantuan kepada pemerintah Indonesia di dalam perburuan kapal tersebut, dan Malaysia serta Singapura udah mengirim kapal ke tempat di mana militer mencurigai kapal selam itu hilang.

Setidaknya 400 orang, enam kapal perang dan satu helikopter udah mencarinya dengan panik sejak menghilang.

Batas Waktu Sempit

Dalam siaran pers, Australia mengumumkan: “Kapal HMA Ballarat dan Sirius, keduanya sementara ini berada di laut di dalam penyebaran regional yang terpisah, membuat kecepatan terbaik untuk tempat pencarian.”

Achmad Riad, juru berkata militer Indonesia, menyebutkan kepada media terhadap hari Kamis bahwa mereka udah mendapatkan beberapa isyarat benda di kedalaman antara 50 dan 100 meter.

Pihak militer memanggil kapal dan terasa pakai alat pelacak sonar di dalam upaya mendapatkan KRI Nanggala 402.

Mr Riad berkata: “Kami cuma miliki sementara sampai 0300 besok [Sabtu] jadi kami memaksimalkan seluruh upaya kami hari ini.”

KRI Nanggala adalah kapal selam buatan Jerman th. 1970-an dan cuma satu kapal selam yang dioperasikan oleh Indonesia yang hilang.

Pada hari Kamis, Kirby mengatakan: “Menteri Pertahanan Lloyd Austin dapat berkata dengan mitranya berasal dari Indonesia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Jumat pagi untuk membahas apa kembali yang dapat dilakukan AS untuk menopang pencarian.”